Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Jangan Tunggu Gencatan Senjata, Pesawat Tempur Israel Serang Lebanon Selatan

Ringkasan Berita:
  • Pasukan Zionis belakangan ini melancarkan penyerbuan paling mendalam ke wilayah Libanon sejak lebih dari sepertiga abad lalu.
  • Pesawat tempur Israel melakukan serangan terhadap kota Bazouriyeh yang berada di wilayah Tyre.
  • Aircraft tempur Israel juga melaksanakan dua serangan tambahan di wilayah Siddiqine dan Yater di Tyre serta Bint Jbeil.

ANTS - Pada hari Senin (1 Juni 2026), pesawat perang negara Israel melancarkan beberapa serangan udara ke berbagai wilayah di bagian selatan Lebanon menjelang malam.

Serangan tersebut terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sudah menyampaikan pernyataan mengenai kesepakatan perdamaian antara Israel dengan kelompok militer Hizbullah.

Kantor berita negara Lebanon, NNA menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel meluncurkan serangan terhadap kota Bazouriyeh di wilayah Tyre.

Aircraft tempur Israel juga melaksanakan dua serangan tambahan di wilayah Siddiqine dan Yater di Tyre serta Bint Jbeil.

Laporan dari NNA menyebutkan bahwa serangan udara berikutnya mengarah ke kota Mansouri serta wilayah Bayt al-Sayyad yang terletak di sebelah selatan Kota Tyre.

Pernyataan Trump

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa Israel serta Hizbullah telah menyetujui pengurangan bentrokan setelah dia melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan berkoordinasi dengan organisasi militer Lebanon itu melalui perantara.

Trump mengungkapkan perubahan ini melalui postingan di media sosial setelah berbicara via telpon dengan Netanyahu.

Pasukan Zionis belakangan ini melancarkan penyerbuan paling mendalam ke wilayah Libanon sejak lebih dari sepertiga abad lalu.

Trump menyatakan tidak akan ada tentara Israel yang "berkunjung ke Beirut" serta menegaskan bahwa mereka yang sedang berada di jalan "sudah kembali".

Ia menyampaikan bahwa Hizbullah sudah "setuju untuk menghentikan seluruh tembak-menembak – bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan sebaliknya mereka juga tidak akan menyerang Israel."

Berdasarkan informasi yang diberikan oleh Netanyahu, dia mengonfirmasi adanya pembicaraan tersebut namun menyampaikannya dalam konteks sebagai peringatan, sambil menjelaskan bahwa dirinya telah memberitahu Trump tentang kemungkinan serangan Israel terhadap objek-objek di Beirut, ibukota Lebanon, apabila serangan dari Hizbullah belum dihentikan.

"Angkatan bersenjata Israel akan tetap melaksanakan operasinya sesuai rencana di wilayah Selatan Libanon," ujar Netanyahu, Senin, dilansir dari AP News .

Pihak-pihak terkait sudah menjalani gencatan senjata sejak pertengahan April 2026, namun Hizbullah masih melakukan penyerangan pasca-serangan Israel ke Lebanon yang dinyatakan oleh Israel sebagai tindakan membela diri.

Peristiwa ini juga menjadi penghalang terbesar dalam pembuatan kesepakatan yang bertujuan memperpanjang gencatan senjata di Perang Iran. Tehran berharap semua perjanjian harus melibatkan Libanon.

Pihak otoritas Lebanon mendapatkan persetujuan dari Hizbullah terkait usulan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengenai larangan serangan Israel terhadap wilayah tenggara ibukota Beirut, serta hentinya penyerangan Hizbullah ke bagian utara negara Israel, demikian disampaikan dalam pernyataan yang dirilis oleh Kedutaan Besar Lebanon di Amerika Serikat.

Tidak lama setelah pesan yang dikeluarkan oleh Trump, Israel mengamati peluncuran roket dari Lebanon serta memberi peringatan kepada penduduk Israel di beberapa daerah bagian utara negara tersebut agar mencari perlindungan.

Diskusi antara Israel dan Libanon direncanakan pada hari Selasa dan Rabu di Washington, tempat para perunding dari Libanon berharap dapat memperluas area yang tidak akan menjadi target serangan dalam negeri selama usaha menjangkau kesepakatan damai penuh.

Perintah Netanyahu

Pemimpin negara Israel, Benjamin Netanyahu, menginstruksikan militer untuk maju lebih dalam wilayah Lebanon saat bertarung melawan kelompok bersenjata Hizbullah yang dinaungi oleh Iran.

Meskipun demikian, perjanjian damai antara Israel dan Libanon sudah diperkenalkan lebih dari enam minggu yang lalu.

Perang di Lebanon menjadi konsekuensi paling luas dari perseteruan antara Iran dengan negara-negara lain, sehingga memicu pengungsian lebih dari 1,2 juta penduduk Lebanon karena serangan militer Israel serta instruksi evakuasi sejak tanggal 2 Maret 2026, saat Hizbullah mulai melepaskan rudal dan pesawat tak berawak menuju wilayah Israel sebagai bentuk dukungan kepada aliansinya, yaitu Iran.

"Kami memberi instruksi kepada militer untuk memperluas operasi darat mereka di Lebanon," ujar Netanyahu dalam pernyataannya pada hari Minggu (31 Mei 2026), menurut laporan yang dirujuk. Al Arabiya .

Di serangan terkini, pasukan Israel menguasai Benteng Beaufort yang telah bertahan selama 900 tahun serta suatu bukit penting di wilayah Selatan Lebanon.

Tentara Israel sudah menguasai area sampai Sungai Litani di Lebanon, namun saat ini pasukannya terus melanjutkan perjalanan menuju Sungai Zaharani, sejauh kira-kira 10 kilometer arah utara.

Berdasarkan pernyataan Netanyahu, tujuan utamanya ialah "mempertajam dan memperluas pengaruh kami di wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Hizbullah."

Naftali Bennett, lawan terberat Netanyahu dalam pemilu berikutnya, menyampaikan keinginannya untuk melakukan langkah-langkah yang lebih tegas di Lebanon, termasuk melancarkan serangan pada daerah-daerah luar kota Beirut.

Konflik terkini yang terjadi antara Israel dengan Hizbullah telah merenggut nyawa sekitar 3.433 warga Lebanon serta memaksa lebih dari satu juta penduduk untuk meninggalkan tempat tinggal mereka.

Tentara Israel menyebut bahwa satu anggota militer meninggal di wilayah Selatan Lebanon kemarin akibat serangan drone yang dilakukan oleh Hizbullah.

Pemakaian drone optik yang sukar terdeteksi oleh Hizbullah akhirnya menimbulkan dampak buruk bagi angkatan bersenjata Israel, yang mengalami kesulitan dalam memberikan respons.

Berdasarkan laporan Kantor Netanyahu, paling sedikit 26 prajurit Israel serta satu kontraktor keamanan meninggal dunia di wilayah Selatan Lebanon. Dua orang penduduk sipil juga gugur di bagian Utara Israel.

(ANTS/Nuryanti)

Posting Komentar

0 Komentar