TRIBUNGORONTALLO.COM – Gempa dengan kekuatan magnitude 2,6 melanda kawasan barat daya Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Senin (29/6/2026) pagi.
Menurut data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berlangsung pada jam 07.08 WIB atau 08.08 WITA.
Episentrum gempa terletak pada koordinat 9,88 Lintang Selatan dan 119,24 Bujur Timur, sekitar 18 kilometer arah barat laut Wanokaka, NTT, dengan kedalaman 28 kilometer.
BMKG menyatakan bahwa informasi tersebut adalah hasil pemrosesan sementara yang lebih memprioritaskan kelancaran dan kecepatan, sehingga data bisa saja berubah ketika ada data tambahan yang masuk.
Dari segi geologi, provinsi Nusa Tenggara Timur termasuk daerah yang rentan terhadap pergerakan tektonik akibat posisiya yang berada pada garis pertemuan antara lempengan Indo-Australia dan lempengan Eurasia. Wilayah ini juga mengalami pengaruh dari zona subduksi di bagian selatan pulau-pulau tersebut, serta memiliki beberapa patahan aktif di area Sumba yang bisa menjadi penyebab kejadian gempa bumi.
Gempa dengan skala magnitude 2,6 digolongkan sebagai gempa ringan dan biasanya tidak menyebabkan kerusakan. Di sisi lain, kedalaman 28 kilometer masuk dalam kriteria gempa permukaan, sehingga goncangan cenderung lebih terasa dekat titik episentrum dibandingkan gempa yang berasal dari kedalaman ratusan kilometer.
Namun demikian, karena besarnya getaran yang relative kecil, kemungkinan pengaruh gempa terhadap struktur bangunan serta kegiatan penduduk dianggap sangat sedikit.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyerukan kepada warga untuk tetap tenang serta tidak cepat percaya pada data atau berita yang belum diverifikasi. Masyarakat diharapkan senantiasa mendapatkan informasi sah dari BMKG tentang perubahan kondisi gempa bumi.
Untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya gempa, warga di wilayah rentan sebaiknya mengenal cara melindungi diri ketika gempa terjadi, misalnya dengan bertahan di bawah meja kuat, menjauhi jendela atau barang yang mudah tumbang, serta pergi ke ruang terbuka setelah getarkanannya reda. Membuat tas darurat yang berisi dokumen penting, obat-obatan, lampu saku, dan alat-alat penunjang darurat juga merupakan upaya pencegahan yang direkomendasikan.
Masyarakat diimbau tetap menjaga kewaspadaan tanpa mengalami kepanikan dan selalu mengawasi perkembangan informasi yang dikeluarkan oleh BMKG jika terjadi gempa lanjutan atau perubahan data terkini.
0 Komentar