Ringkasan Berita:
- Petrus dan Paulus, para murid Yesus.
- Dari awalnya, Gereja memberikan penghargaan yang sama kepada dua rasul yaitu Petrus dan Paulo. Kedua tokoh tersebut dipandang sebagai fondasi darigereja.
- Simon adalah putra Yonas dan saudara Andreas, dilahirkan di Betesda, Galilea, sebuah desa yang terletak di sekitar Danau Genesareth.
ANTS, MAUMERE - Lihatlah pengingat para Santo dan Santa Pelindung pada hari ini, Selasa 30 Mei 2027.
Petrus dan Paulus, para murid Yesus.
Dari awalnya, Gereja memberikan penghargaan yang sama kepada dua rasul yaitu Petrus dan Paulo. Kedua tokoh tersebut dipandang sebagai fondasi darigereja.
Simon adalah putra Yonas dan saudara dari Andarias, yang dilahirkan di Betesda, Galilea, sebuah desa di sekitar Danau Genesareth.
Seorang yang Ulet
Sebagaimana ayahnya, Simon merupakan seorang tukang ikan yang tekun, memiliki sifat jujur, serta giat bekerja. Meskipun pendidikannya tidak tinggi, ia cukup mahir dalam profesinya sebagai nelayan. Sifat kepribadian yang luar biasa ini membuat Yesus tertarik kepadanya; oleh karenanya Yesus memilihnya menjadi salah satu murid-Nya, bahkan menjadikannya sebagai pemimpin para Rasul dan pimpinan gereja pertama.
Awalnya, Simon beserta saudaranya Andreas adalah murid dari Yohanes Pembaptis. Melalui Andreas, Simon diperkenalkan kepada Yesus, sang Juruselamat yang diharapkan oleh seluruh orang Israel. "Kami telah menemukan Mesias, yaitu Kristus," ujar Andreas kepada Simon. Saat itu juga, Yesus mengatakan kepada Simon, "Engkau putra Yohanes, namamu akan diganti menjadi Kefas (yang berarti: Batu)." (Yoh 1:41-42). Kata Kefas bermakna batu besar atau tebing. Mulai saat itu, ia lebih dikenal dengan nama Petrus.
Petrus membuat keputusan resmi untuk mengikut Yesus, Sang Juruselamat, dengan melepaskan semua hal yang dimilikinya setelah melihat mujizat penangkapan ikan yang luar biasa dilakukan oleh Yesus. Yesus berkata kepada Petrus: "Kemarilah ke bagian air yang dalam dan lemparkanlah jaringmu untuk menangkap ikan." Petrus menjawab Yesus: "Guru, selama semalam kami bekerja keras namun tidak mendapat apa pun, tapi karena Engkau memerintahkan demikian, saya akan melemparkan jaring juga." Berdasarkan imannya tersebut, Petrus menyaksikan kemampuan Yesus sebagai Sang Juruselamat. Di hadapan Yesus yang memiliki kuasa ilahi, Petrus tersungkur sambil berkata: "Tuhan, jauhilah Aku, karena aku adalah orang berdosa." Pada saat Petrus merendahkan diri, Yesus memberinya janji: "Jangan takut lagi, sejak kini kamu akan menangkap manusia." Setelah pengabdian ini, Petrus diberi kesempatan untuk menyaksikan banyak peristiwa penting serta ditugaskan sebagai pemimpin para murid dan gembala umat percaya.
Selain cerita-cerita yang menggambarkan Simon Peter sebagai tokoh tepercaya Yesus, ada juga narasi dalam injil yang menunjukkan bahwa Peter masih memiliki iman yang dangkal dan belum sepenuhnya memahami maksud Tuhan terhadap Yesus. Dalam Matius 16:21-28 disebutkan bahwa saat Yesus memberitahu murid-murid-Nya akan penganiayaan yang harus Dia alami, langsung saja Petrus berseru, "Tuhan, semoga Allah menjauhi hal ini dari-Mu! Ini tidak boleh terjadi padaMu." Maka Yesus berteriak, "Janganlah menghalangi Aku, Satan! Karena kamu hanya memikirkan hal-hal manusia, bukan apa yang diperbolehkan oleh Allah." Demikian peringatan Yesus kepada Petrus. Ia juga membantah Yesus ketika Ia ditangkap dan diadili. Lihat Matius 26:30-35; 69-75.
Setelah bangkitnya Yesus, Petrus ditunjuk sebagai pemimpin dari dua belas murid serta penggembala umat percaya di Yerusalem. Petrus juga adalah orang yang menyeberangkan pendeta tidak beragama pertama masuk ke gereja, dan mengemban tugas kepemimpinan pada sidang perdana di Yerusalem.
Paulus (Saulus) lahir di Tarsus, Anatolia, dari sebuah keluarga orang Yahudi yang memiliki kewarganegaraan Roma. Ia adalah seseorang yang berpendidikan tinggi dan mengenyam pendidikan di Yerusalem dibawah bimbingan Gamaliel, termasuk dalam golongan Farisi. Sebagai anggota Farisi yang sangat taat, Saulus tidak pernah berhenti mengejar serta menjebloskan para pengikut Yesus ke penjara.
Selama perjalanannya menuju Damaskus, Yesus mengambilnya dan menjadikannya seorang murid yang bertugas menyampaikan kabar baik kepada orang-orang non-Kristen. Dia dikukuri oleh Ananias. Ia melakukan pelayaran ke seluruh wilayah Laut Mediterania guna membawa injil kepada para pendosa. Sepanjang masa pelayanannya, ia sering menghadapi tantangan serta perseteruan dari kalangan non-Kristen. Di Yerussalem, ia ditahan oleh komunitas Yahudi, lalu ditahan dan dibawa ke Roma karena memilih mengajukan banding terhadap kaisar. Pada akhirnya, ia dilepaskan. Namun tidak lama setelah itu, ia tertangkap kembali dan akhirnya meninggal dunia sebagai martir di Roma pada tahun 67 Masehi. (Sumber: imankatolik.or.id/kgg)
Berita ANTSA lainnya di Google Berita
0 Komentar