MATHEW BAKER menyatakan rasa bangganya karena berhasil memecahkan rekor sebagai pemain terpilih paling muda dalam Sejarah Tim Nasional Indonesia.
Sejarah benar-benar lahir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2026.
Pertandingan persahabatan antara Tim Nasional Indonesia menghadapi Oman bukan saja diakhiri dengan kemenangan besar 3-0 bagi Tim Garuda.
Namun demikian, pencapaian ini menjadi kenang-kenangan istimewa bagi Tim Nasional Indonesia setelah mampu memenangkan pertandingan usai selama 38 tahun tidak pernah dapat mengalahkan Oman.
Tim Nasional Indonesia akhirnya berhenti dari rekor tidak pernah menang melawan Oman, yang sebelumnya tercatat pada tahun 1988.
Selain rekor itu, pertandingan antara Tim Nasional Indonesia melawan Oman juga menarik perhatian banyak pihak.
Nama Matthew Baker kembali mendapat perhatian setelah akhirnya tampil dalam laga perdana bersama Tim Nasional Indonesia senior.
Pemain dari klub Melbourne City FC ini secara resmi tercatat sebagai pemain paling muda dalam sejarah yang tampil perdana untuk tim nasional sepak bola Indonesia level dewasa.
Pada umur 17 tahun 23 hari, Baker berhasil melewati rekor Arkhan Kaka.
Arkhan Kaka memulai karier internasionalnya dengan tim nasional Indonesia pada usia 17 tahun, 3 bulan, dan tujuh hari.
Pemain penggantian Matthew Baker yang masuk di menit ke-80 ternyata memberikan dampak besar.
Pemain asal Australia, lahir pada 13 Mei 2009, masuk sebagai pengganti Rizky Ridho dan tampil sangat memuaskan dalam membantu pertahanan tim.
Setelah tampil perdana dengan Tim Nasional Indonesia, Mathew Baker menyatakan bahwa rasa bangga tidak cukup untuk menggambarkan emosinya.
"Jujur saja, kata bangga saja kurang memadai. Rasa kagumnya sangat luar biasa karena mampu meraih rekor tersebut saat ini. Saya benar-benar tak bisa menjadi lebih bangga lagi," kata Mathew Baker kepada para jurnalis, termasuk ANTS di SUGBK, Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Matthew mengakui bahwa dia sangat bersyukur kepada pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman.
Karena dia yang masih muda diberikan peluang sehingga mencatatkan rekor ini.
Dia berharap tampil singkat namun penting dalam pertandingan menghadapi Oman akan menjadi awal dari kariernya yang panjang bersama Timnas Garuda.
"Saya sangat bersyukur kepada Pelatih John Herdman yang memanggil saya untuk menjalani pemusatan pelatihan dan memberikan kesempatan bagi saya tampil malam ini," ujar Mathew Baker.
"Harapannya ini adalah awal dari berbagai rekor lainnya," kata sang pemain bertahan.
Selanjutnya, ketika ditanyakan apakah dia percaya akan tampil dalam pertandingan menghadapi Oman, Mathew mengungkapkan bahwa kondisi pertandingan memudahkannya untuk segera menyesuaikan diri.
"Selalu saya pahami adanya kesempatan untuk bermain, tergantung pada cara pertandingan berlangsung dan perkembangannya," kata Mathew Baker.
Pasti kami telah memimpin 3-0 ketika saya masuk. Jadi, kondisi ini jauh lebih mudah daripada jika skornya 0-0 atau 1-1.
Mathew Baker memasuki lapangan pada saat pertandingan sedang berjalan dengan suasana yang sangat tegang.
Namun, atlet berumur 17 tahun itu memperlihatkan kedewasaan pikiran yang sangat luar biasa.
Dia menyatakan bahwa kuncinya ketenangan ialah berhasil melaksanakan tindakan awal di medan laga.
Baginya, kemenangan ini memperkuat rasa percaya diri sehingga mampu berkontribusi dalam mengantarkan Tim Nasional Indonesia meraih kemenangan besar dengan skor 3-0.
"Ya, yang menjadi fokus saya adalah tindakan pertama. Cukup melakuka satu langkah baik di awal, lalu saya bisa lepas. Rasa percaya diri saya secara bertahap mulai meningkat," katanya.
Daftar Atlet Muda yang Bergabung dengan Tim Nasional Indonesia Sebelum Mathew Baker
- Arkhan Kaka - 17 tahun 3 bulan 7 hari melawan Myanmar (9/12/2024)
- Ronaldo Kwateh - berusia 17 tahun 3 bulan 8 hari saat melawan Timor Leste (27 Januari 2022)
- Asnawi Mangkualam - 17 tahun 5 bulan 17 hari saat melawan Myanmar (21 Maret 2017)
- Boaz Solossa - 18 tahun 14 hari melawan Turkiemenistan (30/3/2004)
- Bambang Pamungkas - usia 18 tahun 11 bulan 22 hari saat melawan Lithuania (2 Juni 1999)
0 Komentar