Ants - Kurs mata uang Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan dalam perdagangan hari Kamis (11/6). Menurut informasi dari Google Finance, satu dolar AS (USD) senilai Rp 17.951 pada jam 09.25 WIB.
Terlihat bahwa beberapa hari belakangan ini, rupiah mengalami tekanan dari dollar yang berada di atas angka Rp 18.000. Walaupun pada hari ini tingkatnya agak naik, perubahan nilai tukar tetap bersifat tidak stabil atau bervariasi.
Untuk menjaga stabilitas kurs mata uang rupiah, Bank Indonesia (BI) mengambil dua langkah utama yang telah disetujui oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Pertama, memperkuat menariknya investasi portofolio sehingga arus dana asing kembali mengalir ke pasar keuangan dalam negeri.
Berdasarkan pernyataan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, kenaikan tingkat bunga di beberapa negara menyebabkan aliran dana asing yang mundur dari pasar saham serta surat utang negara (SBN) Indonesia. Oleh karena itu, pihak pemerintah bersama dengan BI sedang berusaha untuk meningkatkan return investasi guna mengembalikan minat para pemodal.
Poin pertama yaitu menaikkan daya tarik atau tingkat pengembalian agar aliran dana portofolio kembali masuk. Karena adanya peningkatan suku bunga asing, memang terjadi keluaran dana, termasuk saham dan Surat Utang Negara serta sedikit pada SRP," katanya dalam rapat bersama DPR, Menteri Keuangan, dan Menteri Sekretaris Negara, di Gedung DPR, Jakarta, Sabtu (6/6).
Tahapan selanjutnya yaitu memastikan ketersediaan likuiditas dalam pasar uang serta sektor perbankan. Langkah ini dilaksanakan dengan mengatur arus kas pemerintah yang terus disimpan di Bank Indonesia.
"Poin kedua yaitu memastikan ketersediaan likuiditas dalam pasar uang maupun sektor perbankan melalui pengaturan dana negara yang tetap berada di Bank Indonesia. Namun, pastinya terdapat kenaikan imbal hasil atau suku bunga yang diberikan oleh BI kepada pemerintah," katanya.
Menurutnya, tindakan ini dapat mempertahankan efisiensi kebijakan monetari sambil turut mendukung kelancaran nilai tukar rupiah. (*)
0 Komentar