Ringkasan Berita:
- Petani di Wilayah Irigasi Kanan, Mimika setuju menjaga pengelolaan Pokja Kampung YPMAK pada tahun 2026 dengan menggelar rapat konsultatif yang demokratis.
- Putusan tersebut diambil berdasarkan kinerja jajaran pengurus sebelumnya yang dianggap bertanggung jawab dan terbuka.
- YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia tetap memacu tim ini untuk berkonsentrasi pada program perekonomian yang efektif bagi masyarakat, antara lain melalui pertanian kopi yang berkelanjutan.
Jurnalis Ants, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, MIMIKA – Warga di Jalan Irigasi Kanan, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah setuju agar pengurus Kelompok Kerja (Pokja) Kampung Highland wilayah kota tetap melanjutkan tugasnya pada tahun 2025 dan akan bekerja lagi dalam tahun ini.
Putusan tersebut dibuat melalui proses demokratis dalam kegiatan sosialisasi kembali yang diselenggarakan oleh Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) pada hari Rabu tanggal 10 Juni 2026.
YPMAK sebagai pengelola dana kemitraan PT Freeport Indonesia (PTFI) secara sadar menyerahkan keputusan tentang susunan organisasi tersebut sepenuhnya kepada masyarakat melalui rapat adat.
Vice Chairman of the Planning Programs Division at YPMAK, Fery Magai Uamang, menyatakan bahwa evaluasi ini dimaksudkan untuk mendorong kegiatan ekonomi yang memberikan dampak langsung kepada penduduk.
Diinformasikan bahwa program Kampung dirancang guna menaikkan penghasilan warga dengan menjalankan beragam aktivitas produksi, mulai dari ukuran kecil hingga yang bersifat jangka panjang.
Salah satu barang dagangan utama yang saat ini diprioritaskan oleh lembaga yaitu peningkatan usaha tanaman kopinya.
"Tujuan kita hanya menyebarkan informasi agar terjadi kegiatan dalam masyarakat yang bisa mendukung perekonomian warga Kamoro," kata Fery.
YPMAK menganggap kinerja Kelompok Kerja Irigasi Kanan pada masa lalu cukup baik, khususnya di bidang kejelasan pengelolaan administratif.
Laporan kegiatan program disusun secara terjadwal dan memenuhi aturan yang berlaku.
Yang menjadi faktor tanggung jawab ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat agar tetap menjaga susunan pimpinan.
Di acara yang sama, Ketua Tim Pengelola Irigasi Kanan, Obaya Magal, meminta semua penduduk agar bersikap terbuka saat memberikan penilaian.
Penghargaan terhadap kritik dan masukan yang bersifat membangun dianggap sangat perlu untuk menjadikan pengelolaan program kedepannya menjadi lebih efisien.
"Kami memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengajukan saran atau opini. Ini adalah tempat dan sarana yang digunakan untuk menyampaikan segalanya dengan transparan," ujar Obaya.
Walaupun ada beberapa usulan dari penduduk mengenai tambahan dana akibat perluasan area serta meningkatnya jumlah kepala keluarga, situasi ini dihadapi dengan cara yang lebih masuk akal.
YPMAK masih tidak mampu memenuhi permohonan itu lantaran jumlah dana harus sesuai dengan alokasi anggaran standar yang sudah ditentukan oleh perusahaan.
Dengan penyelesaian akhir, susunan pengurus Tim Irigasi Kanan Tahun 2026 sekarang secara resmi dipimpin oleh Obaya Magal selaku Ketua, Benny Eanaem sebagai Sekretaris, serta Banianus Jawame sebagai Bendahara. (*)
0 Komentar