Pasangan ganda putra Malaysia mengalami penyesuaian signifikan setelah Herry Iman Pierngadi memutuskan untuk merubah susunan pasangan yang akan tampil di China Open 2026.
Tim bulu tangkis Malaysia tengah mengalami transformasi signifikan.
Cabang olahraga ganda putera yang dilatih oleh pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi atau dikenal dengan nama Herry IP, mendapat perhatian masyarakat.
Tidak hanya satu, tetapi terdapat empat pasangan ganda putra yang mengalami perubahan signifikan.
Pasangan baru asal Malaysia akan melakukan debut mereka dalam gelaran China Open 2026, ...
Tujuan penggantian pemain muda negara tetangga ini adalah mencari komposisi paling kuat.
Tujuan utamanya adalah menciptakan pasangan yang berpotensi memenangkan medali dalam Olimpiade Los Angeles 2028.
"Saya sudah mendiskusikan hal ini bersama Herry dan Tan Sri Lee Chong Wei, dan kita perlu berani mengambil langkah perubahan dalam kerja sama," kata Rexy Mainaky yang menjabat sebagai Direktur Pelatihan Ganda BAM (Asosiasi Badminton Malaysia), dilansir dari Malay Mail.
Kini, Malaysia ternyata memiliki pasangan Aaron Chia/Soh Wooi Yik yang beberapa minggu terakhir berada di peringkat kedua dunia.
Namun, pasangan itu dianggap telah kehilangan peluang dalam bersaing pada ajang kompetisi global yang kian ketat.
Kondisi semakin memburuk karena para pemain Chia/Soh masih dalam keadaan tidak stabil.
Man Wei Chong/Tee Kai Wun (peringkat 8), Junaidi Arif/Roy King Yap (18), serta Aaron Tai/Kang Khai Xing (22), yang pada dasarnya memiliki perankingan yang baik, namun masih kesulitan dalam menjaga kestabilan performa mereka.
Kini, Aaron Chia akan berpasangan dengan Aaron Tai, Tee Kai Wun bersama Yap Roy King, Junaidi Arif dengan Kang Khai Xing, serta Soh Wooi Yik akan menggabungkan kemampuan dengan Man Wei Chong.
Pemilihan pasangan baru, menurut Rexy, didasarkan pada keperluan khusus yang dimiliki setiap pemain.
"Ketika membuat keputusan, kita tidak boleh hanya memperhatikan seseorang saja, tapi lebih pada cara kebutuhan setiap anggota tim saling mendukung dalam kerja sama ini," ujar Rexy.
Itu adalah salah satu faktor yang telah kami pertimbangkan sebelum menetapkan pasangan-pasangan tersebut," kata atlet peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996.
Diharapkan pergantian pasangan ini memberikan sedikit harapan baru bagi ganda putra Malaysia yang akhir-akhir ini kerap kalah dari lawan-lawan yang tak terduga.
Selain itu, Malaysia masih berharap bisa meraih medali emas Olimpiade pertamanya dalam sejarah olahraga negara tetangga tersebut.
"Kami berharap pasangan sementara ini tidak hanya menciptakan gabungan yang lebih tangguh, tapi juga membantu kami bersiapan menuju LA2028," kata Rexy.
Di Los Angeles 2028, kita tidak sekadar membicarakan meraih medali, tapi juga melakukan inovasi agar bisa mendapatkan medali emas dalam Pekan Olahraga Olimpiade.
Pada tahap pertama, kita tidak perlu berharap mendapatkan hasil yang sempurna sekaligus. Namun, pelatih-pelatih itu mampu mengevaluasi apakah kerja sama tersebut memiliki potensi untuk kedepannya," ujarnya.
Di samping China Open 2026, pergantian pasangan ganda putra Malaysia juga akan terlihat dalam Korea Open 2026, Taipei Open 2026, dan beberapa ajang di Eropa yang berlangsung pada bulan Oktober mendatang.
0 Komentar