Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Kreatif! Perajin Ciamis Ubah Kayu Bekas Jadi Lukisan Diorama 3D

KABAR-PRIANGAN.COM - Beragam barang seperti kayu bekas, dahan pohon, maupun bahan-bahan lain yang sering dipandang sebagai sampah dapat memiliki harga pasar yang tinggi apabila digarap dengan cara yang benar. Ini terbukti dari karya Deni Hermawan, seorang pengrajin seni dari Kabupaten Ciamis yang mampu memanfaatkan berbagai jenis limbah untuk menciptakan lukisan diorama 3D yang bernilai komersial.

Dengan inisiatif kreatif bertajuk SeniKUSuluh yang terletak dalam Gawe (Gallery Workshop and Education), Deni mempersembahkan hasil karya menarik yang merupakan gabungan antara seni melukis dan diorama.

Pemikiran ini menciptakan karya seni visual dengan kesan dimensi tiga yang membuatnya terlihat lebih realistis daripada gambar tradisional.

Konsep yang digunakan oleh Deni adalah teknik campuran, yakni menyatuikan seni melukis dengan diorama. Dengan demikian, hasilnya bukan sekadar karya lukisan atau miniatur biasa, namun gabungan dari keduanya membentuk sebuah karya berbentuk tiga dimensi," kata Deni ketika diwawancara di Galeri UMKM Ciamis, hari Minggu, tanggal 28 Juli 2026.

Berdasarkan pendapat Deni, kebanyakan bahan dasar yang dipakainya didapatkan dari lingkungan sekitarnya. Dia menggunakan sisa-sisanya kayu, cabang-cabang pohon, akar tumbuhan serta beragam bahan alami lainnya yang ditemui dekat rumah, area hutan, atau tepi sungai.

Ciri khas dari karya ini berada pada sedikitnya tahapan perubahan bahan. Deni cenderung menjaga bentuk asli dari materi yang ditemui sehingga sifat alami tiap komponen dapat tampak jelas dalam hasil karyanya.

"Secara umum saya lebih suka mencari material yang memiliki bentuk yang menarik secara alami. Ketika telah ditemukan, saya segera menggabungkannya dengan ide atau konsep yang ada tanpa terlalu memodifikasi bentuk aslinya," ujarnya.

Minatnya pada dunia miniatur ternyata telah berkembang sejak dulu. Sebelum memfokuskan diri pada pelukisan diorama, Deni lebih dulu terlibat dalam pembuatan model dan miniatur struktur bangunan.

Namun mulai akhir tahun 2024, dia memulai penekanan pada pengembangan karya campuran media yang menyatukan elemen gambar dan diorama dalam satu bentuk medium.

Setiap karya memiliki proses pembuatan yang berbeda-beda sesuai dengan besarnya ukuran dan tingkat kesulitan dari detailnya. Untuk pekerjaan yang sederhana, penggarapan bisa selesai dalam satu hari saja. Namun untuk pesanan yang melibatkan detail yang lebih rumit, proses pengerjaaannya mungkin memerlukan beberapa hari.

Produk-produk ini ditawarkan dengan harga yang cukup murah. Ukuran kecil dihargai sekitar Rp200 ribu, sementara karya dalam ukuran lebih besar dilepas dengan rentang harga antara Rp300 sampai Rp350 ribu, sesuai tingkat kompleksitas pembuatannya.

Selain memperjualkan karyanya yang sudah ada, Deni juga melayani permintaan khusus atau custom. Salah satu pesanan yang paling mengesankan bagi dirinya ialah menyediakan miniatur rumah lamamu pelanggan sebagai tanda penghargaan.

"Permintaan khusus umumnya lebih sulit. Pernah seorang pelanggan memesan pembuatan diorama dari rumah masa lalunya sebagai sarana untuk berkenangan," katanya.

Setiap bulan, Deni dapat menciptakan kurang lebih 15 karya. Tetapi, rata-rata penjualan hanya berada di antara empat sampai lima unit.

Menurutnya, kendala utama pada masa kini ialah menyampaikan gagasan tentang seni lukisan diorama kepada masyarakat yang lebih familiar dengan bentuk-bentuk miniatur bangunan atau model tradisional.

Namun, Deni tetap percaya bahwa karya yang menggunakan bahan sisa memiliki potensi untuk tumbuh. Tidak hanya memberikan keindahan, karya-karya ini juga menyampaikan pesan tentang peranan kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas.

Saya berharap dapat membuktikan bahwa sisa-sisa atau barang bekas tidak selalu harus dianggap sebagai sampah. Melalui imajinasi, objek-objek ini mampu diubah menjadi karya seni yang mempunyai makna ekonomis maupun keindahan visual," tuturnya.

Posting Komentar

0 Komentar