Ringkasan Berita:
- Kini teknologi AI tidak hanya dipelajari oleh mahasiswa di universitas tetapi juga telah dimasukkan ke dalam aktivitas belajar mereka sehari-hari.
- Kolaborasi antara universitas UBM dan dunia usaha memperkenalkan penggunaan kecerdasan buatan yang telah terintegrasi dalam sistem pendidikan akuntansi bagi para siswanya.
- Kampus tersebut merupakan universitas pertama di Indonesia yang telah menerapkan kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar.
Ants, TANGERANG - Penggunaan teknologi kecerdasan buatan semakin berkembang pesat, tidak hanya diterapkan oleh berbagai sektor industri tetapi juga mulai dimaksimalkan dalam institusi pendidikan tinggi.
Dalam lingkungan pendidikan tinggi, kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran siswa dalam menguasai berbagai bidang studi. Sebagaimana yang saat ini diterapkan oleh Universitas Bunda Mulia (UBM) di Tangerang,
Sekolah tinggi swasta di wilayah Serpong memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai pembantu akademis guna menunjang pemahaman siswanya dalam bidang akuntansi. Teknologi AI digunakan sebagai alat bantuk pengajaran bagi mahasiswa program studi akuntansi.
Dapat dikatakan bahwa universitas ini merupakan institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang telah menerapkan kecerdasan buatan dalam proses belajar-mengajar.
Rektor Universitas Bhayangkara Mahaputra (UBM), Doddy Surja Bajuadji menyampaikan bahwa teknologi AI yang sedang dikembangkan adalah nama UBM AI Tutor, yaitu sebuah platform pembantu akademis cerdas berbasis kecerdasan buatan pertama di Indonesia yang telah terintegrasikan dengan kurikulum Pendekatan Hasil Belajar (Outcome-Based Education/ OBE).
Mahasiswa dapat mengakses UBM AI Tutor kapan pun dan di manapun, karena alat ini ditempatkan sebagai tutor pribadi dalam proses belajarnya.
Perbedaan utama dari platform ini dibandingkan aplikasi AI lainnya terletak pada pengintegrasian dengan sistem kurikulum OBE yang digunakan di universitas tersebut. Dengan kata lain, semua kegiatan belajar, latihan, diskusi, serta penilaian yang dilaksanakan melalui platform ini disusun agar dapat membantu pencapaian kompetensi mata kuliah yang sudah ditentukan dalam kurikulum.
"Melalui pengintegrasian ini, UBM AI Tutor bukan sekadar membantu mahasiswa mendapatkan jawaban, namun juga memandu proses pembelajaran sehingga sesuai dengan kompetensi yang perlu dicapai," katanya ketika dikunjungi di kampus UBM, Tangerang, pada hari Rabu, 10 Juni 2026.
Dosen Dapat Mengawasi Tahap Pembelajaran Mahasiswa Pengajar Mampu Memantau Kegiatan Belajar Peserta Didik Instruktur Bisa Menjaga Perkembangan Proses Pendidikan Siswa Tenaga Pengajar Dapat Melacak Kemajuan Belajar Mahasiswa Guru Berwenang Mengamati Prosedur Pembelajaran Calon Mahasiswa Dosen Mempunyai Kesempatan Untuk Mengontrol Aktivitas Akademis Mahasiswa Penyelia Ajaran Bisa Mengendalikan Proses Studi Mahasiswa Akademisi Dapat Mendampingi Tindakan Pembelajaran Mahasiswa Cara Guru Memastikan Kelancaran Proses Edukasi Siswa Mekanisme Peninjauan oleh Tenaga Pengajar terhadap Pembelajaran Mahasiswa
Di pihak lain, para dosen juga dapat memantau proses pembelajaran setiap mahasiswa dengan ketepatan yang lebih baik. Hal ini dimungkinkan karena adanya tutor tersebut, sehingga dosen mampu mengakses data serta informasi yang lebih tepat dalam mengevaluasi pencapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) mahasiswa secara terus-menerus.
Keuntungannya adalah proses belajar mengajar menjadi lebih teratur dan adil.
Kelebihan lain dalam penggunaan AI ini ialah penerapan metode pembelajaran berbasis siswa yang memacu mahasiswa untuk belajar dengan lebih proaktif dan mandiri.
Dengan menggunakan fitur interaktif, para siswa dianjurkan untuk terlibat secara lebih intensif, menumbuhkan semangat belajar mereka, sekaligus menciptakan lingkungan akademik yang bersaing dan saling bekerja sama.
"Para dosen dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan masing-masing siswa, sehingga para mahasiswa dapat belajar sendiri tanpa selalu meminta bantuan pada dosen," kata Adhiguna Mahendra, Kepala Fakultas Teknologi dan Desain UBM ketika diwawancarai oleh Tribunnews.
"Mungkin selama ini para mahasiswa merasa enggan menanyakan sesuatu kepada dosen, tetapi berkat dukungan AI ini, mahasiswa dapat bertanya terkait materi perkuliahan dan dosen pun dapat mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa dalam memperoleh materi pelajaran. Hal ini sangat baik bagi pendekatan pembelajaran yang berbasis siswa," katanya.
Ia menyatakan bahwa ketika memasuki tahapan penilaian proses belajar, AI Tutor akan sementara waktu tidak terlibat dalam interaksi dengan para siswa. Dengan begitu, siswa masih melanjutkan ujian serta presentasi secara mandiri dan di bawah pengawasan seorang dokter.
"Maka fungsi dari AI Tutor ini hanyalah sebagai alat bantu dalam proses belajar," katanya dengan tegas.
Dame Rosemary Napitupulu muda – Direktur Pemasaran dan Fasilitas UBM menyampaikan bahwa pada masa mendatang, seluruh jurusan di universitasnya akan menggunakan teknologi AI yang secara langsung terintegrasi dalam proses pembelajaran siswa.
Mengenai dugaan penggunaan Tutor AI yang tidak semestinya oleh para siswa, ia membantahnya.
Platform ini tersedia di portal mahasiswa, sehingga penggunaannya dapat dikendalikan. Platform tersebut diciptakan pula untuk mencegah kebosanan siswa selama belajar, mengingat terdapat berbagai fitur menarik didalamnya. Contohnya adalah quiz dengan soal-soal yang memacu semangat para mahasiswa, siapa pun yang berhasil menyelesaikannya lebih cepat.
Hery Heryanto, Manajer Akademik UBM menyampaikan bahwa penerapan AI dalam proses pembelajaran mahasiswa juga memprioritaskan prinsip-prinsip etika sesuai dengan norma etika yang berlaku di kampus. Demikian pula halnya dengan segi keamannan.
"Kami tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai AI saja. Namun bekerja sama dengan dunia industri menciptakan hasil karya ini," kata Hery Heryanto.
Dukungan LLDikti Wilayah III
Henri Togar Hasiholan Tambunan, Direktur LLDikti Wilayah III menyampaikan bahwa perubahan dalam dunia pendidikan tinggi kini terjadi dengan sangat pesat.
"Badan Akreditasi Nasional Wilayah III terus mengajak perguruan tinggi di Jakarta untuk tidak hanya memenuhi standar nasional, namun juga dapat bergerak lebih maju, meramalkan kebutuhan yang diperlukan oleh dunia kerja serta para mahasiswanya pada masa mendatang," katanya.
Oleh karena itu, mereka menyambut baik kesuksesan UBM dalam memadukan teknologi AI tersebut ke dalam...
sistem pengajaran dasar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara nyata.
"Ikuti kami telah mencatat bahwa UBM sebelumnya juga merupakan pemimpin pertama di kalangan universitas Indonesia yang menyelenggarakan program studi Kecerdasan Buatan," katanya.
Mereka berharap teknologi AI Tutor betul-betul dimanfaatkan sepenuhnya oleh semua dosen dan siswa dalam kegiatan akademik harian, bukan sekadar sebagai alat inovasi yang dipajang atau hiasan dalam portofolio universitas.
"Sementara itu, perhatikan juga keamanan data dan etika. Pemanfaatan AI dalam lingkup pendidikan tinggi wajib memegang teguh integritas, menghargai etika intelektual, serta melindungi privasi siswa maupun lembaga tersebut," katanya.
0 Komentar