Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Bekuk Pungli di Sidebuk-Debuk, Gubsu Turunkan Personel Jaga 24 Jam

Pemerintah Daerah Sumatra Utara serius dalam menangani tindakan pemerasan ilegal (pungli) pada jalur menuju objek wisata air panas Sidebuk-Debuk, kabupaten Karo. Gubernur Sumut Bobby Nasution sudah mengerahkan pasukan bersama guna melaksanakan penjagaan nonstop selama 24 jam.

Penjagaan dimulai sejak malam Jumat (26/6). Totalnya ada 45 petugas bersama, yang terdiri dari 25 anggota Satpol PP Provinsi Sumut serta 20 anggota Satpol PP Kabupaten Karo, ditempatkan di berbagai lokasi tertentu.

"Panduan dari Bapak Gubernur kepada Satpol PP Sumut agar memantau kawasan jalan yang mengarah ke daerah kolam renang alami, kami telah mengerahkan pasukan bersama dalam jumlah besar," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Sumut Dr Moettaqien Hasrimi SSTP MSI di Medan, Minggu (28/6).

Moettaqien menegaskan, petugas tersebut ditugaskan di tiga titik penting guna melindungi jalur masuk ke area pariwisata serta memutus modus pemerasan yang sering kali menjadi sasaran para pengunjung, khususnya saat malam hari.

Di awal pelaksanaan keamanan, petugas menghadapi situasi tegang. Beberapa orang tidak mematuhi aturan dan terus melakukan pemungutan dana ilegal di sepanjang jalur jalan. Mereka juga disebut telah melakukan tindakan intimidatif kepada para pengunjung, membawa senjata tajam untuk ancaman, serta melemparkan benda-benda pada kendaraan wisatawan yang sedang berlalu lalang.

Dalam situasi ini, anggota Satpol PP Sumut bersikap keras dengan menghentikan semua kegiatan pemungutan dana ilegal serta memberi peringatan bahwa perilaku seperti itu jangan sampai terulang lagi.

"Operasi pungutan liar segera berakhir pada waktu itu juga. Kami juga memastikan bahwa aktivitas pungli tidak pernah terjadi lagi, dan hasilnya telah hilang," kata Moettaqien.

Saat ini, pasukan bersama tetap berada dalam keadaan siaga di titik-titik penjagaan mengarah ke wilayah Sidebuk-Debuk guna memastikan perintah Gubernur Bobby Nasution sepenuhnya dilaksanakan, yaitu agar tidak ada lagi tindakan pemerasan yang merugikan para pelancong.

"Tanpa adanya praktik pungutan liar, kelas pariwisata Sumut akan memberikan dampak yang besar kepada masyarakat," ujar Moettaqien. (san/dek)

Posting Komentar

0 Komentar