Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Jakarta Siap Gelar Asian Indonesia Open Taekwondo 2026

Ants Ketua Umum Persatuan Taekwondo Seluruh Indonesia (PBTI) menegaskan persiapannya sebagai tuan rumah Kejuaraan Taekwondo Asia Indonesia Open Tahun 2026 yang akan digelar bulan Agustus tahun depan. Kehadiran atlet-atlet terbaik dari seluruh Asia dalam ajang bergensi ini akan diselenggarakan di Lapangan Tenis Dalam Ruang Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Ketua Umum (Ketum) PBTI Letjen TNI Richard Tampubolon menegaskan persiapan yang telah dilakukan. Ia mengungkapkan bahwa turnamen penting ini akan dihelat pada awal bulan Agustus tahun 2026. Sebagai tuan rumah, PBTI menerima dukungan sepenuhnya dari sebuah bank milik negara, yaitu Bank Mandiri. Menurutnya, even ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan saja.

"Indonesia lagi-lagi membuktikan kemampuannya sebagai tuan rumah acara internasional yang sesuai dengan standar global," kata Richard dilaporkan pada Kamis (11/6).

Letnan Jendral TNI AD yang memiliki pangkat bintang tiga menyampaikan bahwa persiapan untuk ajang ini tetap dilakukan secara intensif dan matang. PBTI menegaskan bahwa mereka telah memiliki pengalaman lama dalam menjalankan turnamen tingkat nasional serta internasional. Termasuk didalamnya adalah adanya juri dengan sertifikasi resmi, pelatih, atlet, manager pertandingan, hingga staf teknis yang sudah berpengalaman.

Seluruhnya merupakan bekal penting dalam menjamin keseluruhan rangkaian acara Asian Indonesia Open Taekwondo Championships 2026 berlangsung sesuai dengan standar global. Di ajang kompetisi ini, akan dilombakan dua cabang utama taekwondo yaitu Poomsae dan Kyorugi.

Untuk kategori Poomsae, nomor yang diakui serta Freestyle direncanakan digelar pada tanggal 1 hingga 2 Agustus 2026. Sementara itu, kompetisi Kyorugi dalam kategori atlet dewasa laki-laki dan perempuan akan dilaksanakan mulai dari 3 sampai 5 Agustus 2026. Selain venue Indoor Tennis GBK, penyelenggara telah menyediakan tiga lapangan pertandingan tambahan.

Atlet yang ingin ikut berpartisipasi dapat mendaftar hingga Juli 2026 menurut keterangan Richard. Setelah penutupan pendaftaran, mereka segera melaksanakan verifikasi ulang terhadap peserta dan menerima kunjungan Technical Delegate, Komite Pengawas Kejuaraan, serta wasit internasional.

"Untuk Indonesia, kompetisi ini mempunyai makna yang lebih mendalam dibandingkan hanya persaingan merebut medali. Acara internasional seperti ini merupakan peluang berharga bagi atlet nasional dalam mengevaluasi kualitas mereka melawan pesaing-pesaing terbaik dari Asia tanpa perlu bepergian ke luar negeri," katanya.

Di sisi lain, pelaksanaan turnamen ini juga merupakan bagian dari usaha Indonesia untuk meningkatkan perannya sebagai pusat aktivitas taekwondo di kawasan ASEAN. Berdasarkan pendapat Richard, kesuksesan dalam menyelenggarakan kompetisi international secara terus-menerus akan menimbulkan efek domino terhadap pengembangan olahraga.

"Atlet memperoleh kesempatan bertanding, wasit meraih pengalaman di tingkat internasional, sedangkan panitia nasional semakin terlatih dalam menyelenggarakan acara skala besar," katanya.

Posting Komentar

0 Komentar