Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Kementerian ESDM Pasang Jargas Gratis untuk 158 Ribu Rumah di Cirebon

ANTS.CO.ID, CIREBON -- Ada sekitar 158.100 keluarga di Kabupaten Cirebon yang akan segera mendapatkan manfaat dari jaringan gas (jargas). Program penting dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ini akan dilaksanakan secara cuma-cuma tanpa mengenakan biaya sedikitpun kepada warga.

Kepala Bappeda Kabupaten Cirebon, Nanan Abdul Manan, menyampaikan bahwa program pemasangan jaringan gas alam untuk sejumlah 158.100 rumah ini adalah yang terbesar di Pulau Jawa.

Program jaringan gas ini direncanakan diperuntukkan bagi 12 kecamatan di Kabupaten Cirebon. Pelaksanaannya akan dilakukan secara berkala dimulai dari tahun 2026 sampai dengan 2029. "Kabupaten Cirebon melaksanakan kegiatan tersebut dalam dua tahap," kata Nanan ketika diwawancarai pada akhir pekan lalu.

Di tahap awal, program jargas akan mencakup empat kawasan yaitu Palimanan, Gempol, Depok, serta Dukupuntang. Target yang ditetapkan adalah sekitar 41.035 titik pelayanan rumah tangga.

Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Tahap berikutnya meliputi delapan kecamatan yaitu Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, serta Jamblang. 2. Selanjutnya, pada tahap dua terdapat delapan wilayah administratif yang mencakup Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang. 3. Dalam tahap kedua ini, ada sebanyak delapan kecamatan yang termasuk dalam cakupannya, antara lain Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang. 4. Delapan kecamatan seperti Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang menjadi bagian dari tahap kedua. 5. Tahap selanjutnya menjangkau delapan kawasan diantaranya Tengah Tani, Plered, Sumber, Weru, Talun, Plumbon, Klangenan, dan Jamblang. Sekarang ini jaringan gas telah mencakup kawasan bagian tengah dan barat Kabupaten Cirebon. Kami berharap pada masa mendatang semua kecamatan dapat mengikuti program ini," lanjut Nanan.

Sekarang ini, rombongan dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral sedang melaksanakan peninjauan serta pengawasan terhadap jalan pipa yang menghubungkan area Kecamatan Depok sampai dengan Desa Cupang di Kecamatan Palimanan. Pekerjaan konstruksi nyata di lokasi diperkirakan akan segera dilakukan. "Kemungkinan pemasangan jaringan pipa akan dimulai pekan depan. Targetnya adalah diselesaikan dalam enam bulan dan nantinya jaringan tersebut dapat dimanfaatkan oleh warga," katanya.

Selain membebaskan biaya pemasangan saluran pipa, pemerintah juga menyiapkan fasilitas tambahan berupa kompor gas yang diberikan secara gratis kepada setiap keluarga yang mendapatkan bantuan tersebut.

Nanan menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon sepenuhnya mendukung kebijakan ini lantaran berpotensi mengurangi ketergantungan warga pada tabung gas elpiji. Dengan adanya jargas, penduduk bisa memperoleh pasokan energi yang lebih hemat biaya, aman, bersifat ramah lingkungan serta lebih efektif.

Anggaran Jaringan Sosial Tahun 2027 Mencapai Rp 5,2 Triliun

PT Pertamina Gas berhasil menyelenggarakan pengujian jaringan gas. - (PGN)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan dana senilai Rp 5,2 triliun dalam Anggaran Tahunan (AT) 2027 guna terus membangun infrastruktur jaringan gas alam (jargas) rumah tangga di beberapa wilayah.

Kepala Badan Geologi dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tri Winarno mengatakan dana ini digunakan untuk membangunkan hampir satu juta hubungan, yaitu sebanyak 959.232 hubungan rumah (HR).

Pengembangan jaringan listrik untuk masyarakat domestik Perluasan sistem kelistrikan bagi keluarga biasa Ekspansi penyediaan jaringan tenaga listrik kepada rumah tangga Kemajuan pengadaan infrastruktur kelistrikan untuk penduduk rumahan Penyebaran jaringan aliran listrik ke lingkungan pemukiman penduduk multiyears contract (TMY) Tahun anggaran 2026–2028 beserta konsultan pengawas untuk 959.232 sambungan rumah senilai Rp 5,2 triliun," ujar Tri yang mewakili jajaran eselon I Kementerian ESDM dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.

Pagu indikatif keseluruhan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun Anggaran 2027 sudah ditentukan senilai Rp 27,33 triliun sesuai dengan surat bersama antara Menteri Keuangan dan Menteri PPN/kepala Bappenas. Tri menyampaikan bahwa sebanyak 82 persen dari keseluruhan anggaran, yaitu senilai Rp 22,48 triliun dialokasikan khusus untuk pengeluaran pada program strategis serta pembangunan infrastruktur fisik.

Selain dana untuk perumahan, pengalokasian infrastruktur energi dalam sektor migas mencakup anggaran senilai Rp 3,9 triliun yang dialokasikan untuk pembangunan sebuah jalur pipa gas alam dari Dumai ke Sei Mangkei ( MYC 2025–2027).

Berikut adalah beberapa variasi parafraze dari kalimat tersebut: 1. Selain itu, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral menyediakan dana sebesar Rp 702,3 miliar guna membangun sebuah jalur pipa pengiriman gas antara Semarang-Solo-Jogyakarta. 2. Pemerintah juga menyalurkan anggaran senilai Rp 702,3 miliar untuk proyek pemasangan pipa transmisi gas yang meliputi rute Semarang–Solo–Yogyakarta. 3. Dalam rangka mendukung infrastruktur energi, Kementerian ESDM telah mengucurkan dana mencapai Rp 702,3 miliar untuk konstruksi satu segmen pipa transmisi gas antara wilayah Semarang, Solo, hingga Yogyakarta. 4. Anggaran sejumlah Rp 702,3 miliar dialokasikan oleh Kementerian ESDM dalam upaya pembangunan jaringan pipa transportasi gas di kawasan Semarang–Solo–Jogja. 5. Untuk keperluan pengembangan sistem distribusi gas bumi, pihak berwenang memberikan alokasi dana sebesar Rp 702,3 miliar terhadap pembangunan salah satu bagian pipa transmisi antara Semarang, Solo, dan Jogja. MYC 2026–2028), serta sebesar 577 miliar rupiah digunakan dalam pembangunan sebuah jalur pipa transmisi gas Cirebon–Bandung ( MYC 2026–2028).

Menurutnya, pemerintah terus meningkatkan percepatan ekspansi jaringan rumah tangga sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor. Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemanfaatan jaringan gas bumi dalam negeri saat ini belum begitu besar dan hanya terdapat di 86 kota/kabupaten. Meskipun demikian, secara segi efisiensi ekonomi, pemakaian jargas disebut lebih irit sampai 40 persen jika dibandingkan dengan LPG bersih.

Untuk meningkatkan penggunaannya secara lebih cepat, pemerintah sedang memacu penyelesaian integrasi jaringan pipa gas alam dari Pulau Sumatra sampai Jawa, termasuk dalam rangka menginvestasikan dana penting untuk konstruksi jalur transmisi Cirebon-Semarang (Cisem) dan Dumai-Sei Mangkei (Dusem).

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyebutkan bahwa jumlah jaringan listrik untuk rumah tangga yang sudah dipasang sampai tahun 2024 mencapai 943.000 sambungan. Angka ini terdiri atas 703.000 sambungan yang didanai oleh APBN serta 240.000 sambungan berdasarkan skema non-APBN.

Posting Komentar

0 Komentar