Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Kunci Jawaban IPAS Kelas 3 SD Halaman 111: Diagram Prioritas 📚✨

T RIBUNNEWS.COM – Modul IPA Kelas 3 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Berdasarkan Kurikulum Merdeka (Versi Perbaikan), halaman 111, Bab 5.

Salah satu topik dalam buku teks mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk siswa kelas 3 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtida'iyah berdasarkan Kurikulum Merdeka (Edisi Revisi), halaman 111, tulisan oleh Kusumawardhani Ardilla dsb., penerbit Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Tahun 2025 adalah Menghidupkan kebiasaan hemat dan bijaksana.

Kehidupan sederhana merupakan kebiasaan dalam mengelola dana, benda, serta waktu secara bijak supaya tidak terbuang percuma. Seseorang yang menjalani hidup hemat biasanya hanya memperoleh barang berdasarkan kepentingannya dan memakai segala sesuatu secukupnya saja.

Kehidupan yang penuh akal ialah cara berpikir dan bersikap secara benar saat membuat suatu putusan. Seseorang yang menjalani hidup cerdas mampu memilah antara kebutuhan dan keinginan serta mengevaluasi untung-ruginya sebelum membeli barang apa pun atau melaksanakan tindakan tertentu.

Oleh karena itu, menjalani kehidupan yang sederhana dan cerdas memungkinkan kita mengelola dana maupun barang secara efisien sehingga terhindar dari pemborosan serta memberikan manfaat lebih dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam soal latihan ini, peserta didik dimintai untuk merespons pertanyaan mengenai kegiatan yang terdapat di halaman tersebut.

Sebagai informasi, sebelum memeriksa jawaban dari Buku Pelajaran IPA dan Sosial (IPAS) Kelas 3 Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Berdasarkan Kurikulum Merdeka pada halaman 111, para siswa diharapkan lebih dulu mencoba menyelesaikan soal-soal tersebut dengan mandiri.

Petunjuk jawaban ini dijadikan pedoman dan perbandingan oleh para orang tua dalam mengecek tugas anak-anak mereka.

Jawaban Soal IPA Kelas 3 SD/MI Kementerian Pendidikan dan Budaya Edisi Terbaru halaman 111: Diagram Urutan Prioritas

Jawaban Soal IPA Kelas 3 SD/MI Kurikulum Merdeka Nomor Halaman 111

Belajar Lebih Lanjut

Apakah pernah kamu mengalami kebingungan ketika hendak membeli sesuatu, sementara dana yang dimiliki terbatas? Contohnya, kamu ingin memperoleh mainan baru, namun secara bersamaan kamu juga butuh membeli pulpen karena pulpennya telah habis. Pada situasi semacam ini, kamu diharuskan menentukan urutan prioritas, yakni memutuskan barang apa yang lebih mendesak untuk dibeli terlebih dahulu.

Benda-benda yang merupakan kebutuhan, misalnya perlengkapan belajar, makanan, atau pakaian sekolah, sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu karena digunakan secara rutin tiap hari. Sedangkan benda-benda yang bersifat keinginan, seperti permainan atau camilan, dapat dibeli kemudian asalkan tersisa uang.

Dengan menyusun urutan prioritas, kita diajarkan untuk mengelola pilihan serta menjadi seorang anak yang cerdas dan hemat. Kita mulai memahami bahwa bukan segalanya yang diinginkan perlu dipenuhi secara langsung. Hal ini akan bermanfaat dalam menentukan kebutuhan yang sesuai.

Apa langkah-langkah yang bisa diambil untuk memilih opsi terbaik?

Jawaban :

Kesimpulan dari kelompok kami ialah mengatur urutan belanja perlu dilakukan melalui penyusunan daftar prioritas. Barang yang lebih penting dan urgent sebaiknya diprioritaskan untuk dibeli, sementara barang yang kurang esensial bisa ditunda pengadaannya.

Kami menentukan barang yang diperlukan sesuai dengan keperluan harian di sekolah. Alat tulis, buku, makanan, serta pakaian seragam merupakan kebutuhan utama karena selalu dipakai tiap hari. Tanpa pembelian tersebut, aktivitas belajar akan mengalami gangguan. Di sisi lain, permainan, camilan, maupun aksesori adalah keinginan sehingga bisa dibeli pada saat tersisa uang.

Diagram prioritas:

  • Penting dan Mendesak
  1. Buku catatan → digunakan untuk menulis materi pembelajaran harian.
  2. Krayon serta penghapus → dipakai dalam kegiatan menulis dan mengerjakan pekerjaan.
  3. Pakaian seragam sekolah digunakan setiap hari ketika berada di sekolah.
  4. Sandal sekolah → menjaga kaki ketika sedang pergi ke sekolah.
  5. Persediaan makanan → menyediakan tenaga sehingga dapat berbelajar secara optimal.
  6. Kantong minum → memudahkan untuk membawa air minum pribadi
  • Penting tetapi Tidak Mendesak
  1. Tas yang paling mutakhir → tas lama tetap dapat digunakan.
  2. Pengganti pulpen baru → yang lama tetap bisa digunakan.
  3. Sewa mantan jas → masih memiliki jaket lama.
  4. Buku sketsa tambahan → saat ini belumlah terlalu dibutuhkan.
  5. Jam tangan terbaru → bukan keperluan pokok di sekolah.
  • Tidak Penting tetapi Mendesak
  1. Makanan di warung makan → ingin dibeli karena merasa lapar atau tergoda.
  2. Minuman yang menyegarkan → hanya memberikan kesejukan sementara.
  3. Permainan mini → hanya sebagai hiburan.
  4. Stiker menghibur → bukan merupakan keperluan pembelajaran.
  5. Permen maupun permen cokelat → hanyalah hasrat sementara.
  • Kurang Berarti dan Bukan Darurat
  1. Mainan baru → tidak dipakai untuk pembelajaran.
  2. Perhiasan mewah → hanya untuk penampilan.
  3. Permainan terbaru → belum begitu diperlukan saat ini.
  4. Penghias meja kerja → masih dapat diundurkan.
  5. Sandal berwarna-warna sebagai pelengkap → telah memiliki sepatu sekolah.

Dengan menetapkan urutan prioritas, kita belajar untuk hidup sederhana, mengelola keuangan dengan cerdas, serta memprioritaskan keperluhan dibandingkan keinginan.

*) Disclaimer:

  • Artikel ini khusus diperuntukkan bagi para orang tua dalam membimbing proses pembelajaran anak-anak mereka.
  • Siswa diharuskan lebih dulu menyelesaikan soal tersebut secara mandiri sebelum memeriksa kunci jawaban, kemudian manfaatkan artikel berikut sebagai alat untuk memperbaiki hasil kerja mereka.

(Ants/Namira)

Posting Komentar

0 Komentar