Ringkasan Berita:
- Ahli pendidikan dari Aceh Tenggara dan juga Rektor Universitas Gunung Leuser Kutacane, Dr Indra Utama SPd MPd menyampaikan bahwa kini sejumlah sekolah menengah atas atau kejuruan di bawah naungan Dinas Pendidikan Aceh sedang menghadapi masalah kurangnya jumlah peserta didik.
- Keadaan ini berlangsung seiring waktu akibat meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap sekolah itu.
- Kini masyarakat semakin menyadari pentingnya hal tersebut. Mereka tidak lagi hanya memperhatikan nama sekolah, tetapi lebih mengutamakan mutu pengajaran sebagai harapan utama di dalam lembaga pendidikan tersebut.
Jurnalis Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
Ants, KUTACANE - Pakar pendidikan di Kabupaten Aceh Tenggara serta Rektor Universitas Gunung Leuser Kutacane, Dr Indra Utama SPd MPd menyampaikan bahwa kini sejumlah Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan milik Dinas Pendidikan Aceh sedang menghadapi masalah kurangnya jumlah peserta didik.
Keadaan ini berlangsung seiring waktu akibat meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap sekolah itu.
"Kini masyarakat semakin menyadari pentingnya hal tersebut. Mereka tidak hanya memperhatikan reputasi sekolah, tetapi lebih mengutamakan mutu pengajaran sebagai harapan utama dalam pendidikannya," katanya kepada Ants pada Jumat (11/6/2026).
Dengan demikian, menurut Dr Indra, jika mutu pendidikan di sekolah tersebut tidak memenuhi ekspektasi masyarakat, maka jumlah murid pasti akan berkurang meskipun fasilitas kelas cukup memadai.
"Menyempurnakan mutu pembelajaran di sekolah tidak hanya tanggung jawab dari seorang guru selaku tenaga pengajar, tetapi juga Kepala Sekolah (Kepsek), khususnya para pengawas sekolah," katanya.
Diungkapkan bahwa mereka yang bertugas sebagai pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Aceh wajib mampu mengevaluasi mutu pendidikan sehingga semua sekolah dapat memiliki tingkat kepercayaan yang sama di mata masyarakat dalam mengirimkan anak-anaknya bersekolah, terlebih lagi pada ujian masuk perguruan tinggi tahun 2026 nanti.
Dr Indra Utama mengatakan bahwa saat ini, proses penerimaan mahasiswa baru Tahun 2026 menggunakan sistem zona.
"Jangan hanya memperhatikan zona, afirmasi, atau perpindahan orang tua. Namun, ada beberapa sistem lainnya seperti jalur prestasi yang tidak hanya bersifat akademis, tapi juga melibatkan prestasi dalam bidang minat dan bakat siswa agar memiliki peluang untuk belajar di sekolah sesuai keinginan mereka," ujarnya.
"Ini penting untuk menigkatkan mutu pendidikan serta perkembangan prestasi anak," ujarnya.
Oleh karena itu, menurut Dr Indra Utama, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh perlu melakukan pembenahan sejak para guru, fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar, hingga bantuan pemerintah daerah serta pengawas sekolah dari Disdik Aceh di Aceh Tenggara harus dievaluasi dan dilakukan pemilihan ulang terhadap pengawas sekolah dari kalangan guru-guru berkinerja baik.
Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Darul Hasanah, Sunadi SPd menyampaikan bahwa jumlah murid di sekolah tersebut sebanyak 81 orang, sedangkan terdapat 8 ruang kelas yang masih dalam keadaan kosong.
Ini disebabkan oleh jumlah siswa yang sedikit karena tingkat kepercayaan masyarakat belum memadai. Alhamdulillah, dalam SPMB tahun 2026, telah terdaftar sebanyak 32 peserta," katanya yang baru menjabat selama enam bulan sebagai kepala sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP secara penuh mendukung usulan yang diajukan untuk memperbaiki mutu pembelajaran bagi para guru dan siswa di lingkungan Disdik Aceh.(*) Atasan Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP menyambut baik rekomendasi yang diberikan dalam upaya peningkatan standar pendidikan bagi pengajar maupun murid di bawah naungan Disdik Aceh.(*) Murthalamuddin SPd MSP selaku Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyetujui sepenuhnya saran-saran yang disampaikan demi meningkatkan kualitas proses belajar mengajar kepada guru-guru serta siswa di wilayah Disdik Aceh.(*) Pemimpin dari Dinas Pendidikan Aceh, yaitu Murthalamuddin SPd MSP memberi dukungan kuat terhadap masukan yang diajukan agar dapat mendorong perbaikan kualitas pendidikan bagi tenaga pengajar dan peserta didik pada lembaga Disdik Aceh.(*) Murthalamuddin SPd MSP sebagai kepala dinas pendidikan Aceh berharap bahwa saran-saran yang telah disampaikan bisa membantu meningkatkan kemampuan akademis sekaligus kompetensi profesional para guru dan siswa di area kerja Disdik Aceh.(*) Dari hasil diskusi yang dilakukan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP menilai positif adanya usulan-usulan tertentu yang ditawarkan dengan tujuan untuk menciptakan sistem pendidikan lebih berkualitas melalui pembenahan kapasitas tenaga pendidik dan kebutuhan peserta didik di lingkungan Disdik Aceh.(*) Sudah ada tindak lanjut atas gagasan yang dikemukakan oleh pihak-pihak terkait, dimana hal ini dipandang penting oleh Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP guna menjadwalkan program-program strategis dalam rangka penyempurnaan mutu layanan pendidikan terhadap pelaksana dan calon penerima layanan di Disdik Aceh.(*) Menurut pandangan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin SPd MSP, segala bentuk pertimbangan atau sarapan yang datang memiliki potensi besar dalam mereformasi system edukatif sehingga akan semakin efektif dalam merangsang perkembangan ilmu dan bakat generasi bangsa yang bertugas di lingkungan Disdik Aceh.(*) Mengacu pada beberapa evaluasi internal, maka langkah-langkah konstruktif seperti yang direkomendasikan sudah cukup relevan dan tepat sasaran jika digunakan sebagai acuan utama dalam melakukan reformasi kurikulum dan metode pengajaran baru antara lain juga untuk meningkatkan daya saing tenaga pendidik dan partisipasi aktif peserta didik di bidang studi mereka masing-masing. Tidak hanya itu saja, tetapi setiap opini ataupun anjuran resmi pun turut menjadi salah satu dasar analisa wajib apabila ingin membuat suatu skema modern tentang bagaimana cara membangun infrastruktur SDM unggul dalam dunia pendidikan daerah aceh sendiri. Hal-hal demikian tentunya harus dirancang sedemikian rupa supaya tidak sampai terjadi kesenjangan antara harapan publik dengan realita lapangan saat implementasi nanti. Oleh karena itu, semua stakeholder mulai dari instansi pusat hingga level lokal harus saling bekerja sama tanpa batas waktu dalam mensosialisasikan visi misi bersama tersebut. Maka tak heran lagi kalau banyak orang-orang hebat seperti pak murthalamuddin spdsmp begitu getol sekali memastikan proyek-proyek revolusioner ini berhasil sempurna sesuai target awalnya. (*)
0 Komentar